NEWS & EVENTS

Tidak sedikit orang yang hobi memelihara ikan hias di akuarium. Bahkan hobi tersebut dapat berubah menjadi suatu hal yang membuat mereka ketagihan. Sehingga mereka rela mengeluarkan uang jutaan bahkan sampai puluhan juta rupiah untuk seekor ikan hias seperti super red arwana.

Ciri yang paling menonjol dari seekor ikan arwana adalah selain bentuknya yang khas,warnany juga sangat menarik khususnya tipe super red. Warna inilah yang membuat orang rela berjam-jam di depan akuarium kesayangannya selepas pulang kerja atau hanya sekedar mengisi waktu luang disaat santai. Namun terkadang lama kelamaan warna tersebut akan memudar dan bahkan hilang sama sekali sehingga tidak lagi menarik dan menjadi pusat perhatian.

Selain tanning, untuk menjaga warna arwana super red tetap indah dan menawan biasanya pemelihara memberi udang-udang kecil sebagai pakan tambahan. Jenis udang-udangan atau yang masuk kedalam family decapoda (kepiting, lobster atau rajungan kecil) dapat memelihara warna pada kulit arwana. Untuk sementara cara ini benar khususnya buat ikan-ikan hias karnivora seperti arwana.

Pertanyaanya... kenapa udang????
karena udang merupakan salah satu hewan laut yang banyak mengandung KAROTEN(karotenoid) merupakan suatu kelompok pigmen organik berwarna kuning oranye, atau merah oranye yang terjadi secara alamiah dalam tumbuhan yangberfotosintesis, ganggang, beberapa jenis jamur dan bakteri. (Gross, 1991). Karoten adalah sumber utama yang bertanggungjawab terhadap pewarnaan pada ikan. Berbagai warna yang ada dihasilkan oleh adanya karoten khusus dan karoten protein kompleks. Karotenoid hanya bisa disintesa oleh tumbuhan termasuk didalamnya phytoplankton, alga, dan sejumlah kecil jamur dan bakeri. dan kemudian dimanfaantkan oleh hewan, termasuk ikan, lewat rantai makanan atau melalui makanan (pellet) yang diberikan.

Karoten yang tersedia di lingkungan perairan terbagi dua yakni karoten kuning (lutein, zeaxanthin dan alfa dan beta-caroten) dan koroten merah (astaxanthin). Namun keberadaan astaxanthin adalah yang terbesar dan terserap pada hewan-hewan air seperti udang-udangan, krill, trout atau salmon. Oleh karena itu udang-udangan ini banyak dimanfaatkan oleh petani ikan atau penggemar ikan arwana sebagai pakan hidup bagi ikan kesayangannya.

Seiring dengan perkembangan teknologi pembuatan pakan ikan, sumber-sumber karoten yang tadinya hanya diberikan dalam bentuk bahan mentah, sekarang bahan-baku tersebut sudah bisa dimasukkan ke dalam pakan. Hal ini disandarkan pada efisiensi dalam pengadaanya lebih mudah dibanding pakan alami. Selain itu kelengkapan nutrient dan keseimbangan nutrient pakan buatan (protein, lemak, karbohidrat vitamin dan mineral) untuk ikan yang dipelihara lebih mudah diatur dan diketahui sesuai kebutuhan ikan peliharaan. Bahan-bahan baku yang digunakan untuk pakan ikan hias dapat dibagi kedalam dua kelompok. Ada yang berasal dari tumbuhan seperti tepung alga, tepung paprika atau tepung wortel. Kedua, bahan-bahan yang berasal dari hewan utamanya yang berasal dari laut. Tepung rebon, tepung udang, spirulina dan krill adalah bahan bahan utama pewarna pakan hewani yang umum digunakan oleh produsen pabrik pakan sebagai sumber karoten.

Oleh karena itu bagi kita penggemar ikan hias khususnya arwana tidak hanya sebatas melihat warna-warnanya yang indah saja, tetapi lebih penting dari itu bagaimana memelihara warna arwana kesayangan kita agar tetap berseri sepanjang masa dengan pengetahuan kita akan bahan pakan yang mengandung karoten.