NEWS & EVENTS

Pemijahan merupakan proses pengeluaran sel telur oleh induk betina dan sperma oleh induk jantan yang diikuti dengan perkawinan. Pemijahan merupakan salah satu bagian dari proses siklus hidup arwana dalam menentukan kelangsungan hidupnya.

Perilaku berbiak Arwana juga tergolong unik. Sebagai orangtua, induk arwana, tergolong ikan yang bertanggung jawab. Saat musim kawin tiba, telur yang telah dibuahi akan dijaga oleh kedua induk hingga menetas. Setelah menetas, juvenil akan ditampung di dalam mulut salah satu induk (Mouth brooder). Hal ini bertujuan untuk menghindari pemangsaan juvenil arwana oleh penghuni sungai lainnya. Biasanya tugas ini dilakukan oleh induk jantan. Saat bayi arwana berukuran sedikit lebih besar, sang jantan akan melepaskan mereka untuk mengenal lingkungan sekitar. Jika ancaman marabahaya tiba, sang ayah pun akan memberi sinyal agar arwana kecil masuk kembali ke dalam mulutnya. Jika kantong kuning telur sudah mengempis, anak arwana secara naluriah akan terdorong untuk belajar mencari makan sendiri. Dalam beberapa minggu, anak arwana akan mandiri dan berpisah dari induknya.

Pemijahan yang terjadi pada induk arwana di dalam kolam pada dasarnya disebabkan oleh faktor dari dalam (endogenus) dan faktor dari luar (exogenus). Faktor dari dalam terjadi karena adanya pelepasan hormon gonadotropin (GtH) pada organ target akibat kematangan gonad (sel kelamin) yang dipengaruhi oleh Gonadodtropin Realising Hormon (GnRH) dan Gonadotropin Realising Inhibiting Hormon (GnRIF). Sementara faktor dari luar terjadi karena adanya stimuli (rangsangan) lingkungan seperti curah hujan, suhu, pH, dan kondisi air yang mengalir. Kematangan gonad dan adanya rangsangan dari lingkungan menyebabkan terjadinya ovulasi pada induk arwana yaitu pelepasan sel telur oleh induk betina.

Pemijahan arwana merupakan reaksi terhadap rangsangan alami yang bersifat sangat kompleks. Meskipun pemijahan tersebut disebabkan oleh faktor kematangan kelamin (matang gonad), tetapi yang paling dominan berpengaruh adalah adanya rangsangan oleh kondisi air yang mengalir, suhu, dan pH air.

Arwana berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Umumnya, induk arwana mampu menghasilkan 20-50 butir dalam sekali memijah. Telur-telur arwana berukuran cukup besar dengan diameter 1,3-1,6 cm. Setelah dibuahi, telur-telur dierami di dalam mulut arwana jantan.
 photo bm-image-796312.jpeg
Karenanya, ikan ini juga dijuluki mouth breeder karena mengerami telur di dalam telur. Sementara itu, induk betina bertugas menjaga arwana jantan agar aman dari gangguan lingkungan sekitar, terutama dari arwana-arwana lainnya(http://adzriair.blogspot.com).